​Turki itu istimewa.
​Ia bukan sekadar saksi sejarah. Ia adalah penulisnya. Penulis terbesarnya.
​Bayangkan. Ada 12.000 tahun sejarah peradaban manusia yang tak terputus di sana. Mulai dari kekaisaran yang pernah menggenggam dunia, sampai kuil-kuil aneh yang mendefinisikan apa itu "tuhan" bagi manusia purba.

​Saya baru saja melihat rangkuman visualnya. Luar biasa. Inilah jejak-jejak itu.
​1. Menantang Maut di Tebing Batu
​Orang zaman dulu itu unik. Kalau kita mengubur orang di dalam tanah, mereka justru memahat bukit.
​Lihatlah Pinara Cliff Necropolis. Di lereng Gunung Babadag, ratusan makam dipahat. Persis seperti sarang lebah raksasa. Atau seperti apartemen batu kuno. Filosofinya dalam: mereka percaya kehidupan akan terlahir kembali dari batu.
​Itu belum seberapa.
​Di Amasya, ada makam Raja Pontus yang memandang kota dari ketinggian. Sombong. Tapi indah. Di Myra dan Kaunos, pahatannya lebih gila lagi. Detailnya seperti kuil.
​Lalu ada kota garnisun Dara. Kuburannya (nekropolis) luas sekali. Semuanya dipahat di bukit bebatuan. Seolah-olah kematian itu harus dirayakan dengan kerja keras yang luar biasa.
​2. Kemegahan Romawi yang Masih Bernapas
​Jejak Romawi di Turki itu bukan sekadar reruntuhan. Ia masih gagah.
​Tengoklah Ephesus. Jalan Curetes-nya masih elegan. Kuil Hadrian-nya cantik. Tapi, permatanya adalah Perpustakaan Celsus.
​Ini bukan sekadar rak buku. Ada empat patung wanita di sana. Simbol kebijaksanaan, pengetahuan, kecerdasan, dan kebajikan. Di dekatnya, ada teater raksasa. Muat 25.000 penonton. Bayangkan riuh rendah suaranya dulu.
​Ada juga Sagalassos. Kota di atas awan. Air mancurnya (Antonine Nymphaeum) menyatukan kekuatan Roma dengan alam. Indah sekali.
​Jangan lupa Hierapolis. Di sana Anda bisa berenang di Kolam Cleopatra. Berenang di antara reruntuhan kolom Romawi asli. Sensasinya mahal.
​3. Misteri yang Lebih Tua dari Piramida
​Ini yang paling bikin pusing ilmuwan: Göbekli Tepe.
​Umurnya 11.600 tahun. Jauh lebih tua dari Piramida Mesir. Ini dianggap kuil tertua di dunia. Pilar-pilarnya dihiasi relief hewan. Rubah. Babi hutan. Ular. Mungkin itu totem nenek moyang kita.
​Lalu ada Gunung Nemrut. Raja Antiochus I ini mungkin agak narsis. Dia bangun makam kuil di puncak gunung. Patung dewa-dewanya raksasa. Wajahnya menghadap matahari terbit. Perpaduan sejarah dan mistis yang bikin merinding.
​Di Hattusha, ibu kota bangsa Hittite, gerbangnya dijaga singa dan Sphinx. Di dekatnya ada Yazılıkaya, tempat suci dengan relief dewa-dewa yang terpahat abadi.
​4. Istana di Ujung Langit
​Di ketinggian 2.000 meter, dekat perbatasan, ada Istana Ishak Pasha.
​Arsitekturnya gado-gado. Ada gaya Ottoman, Persia, dan Seljuk. Pemandangannya dramatis.
​Ada juga Kastil Afyonkarahisar. Menjulang di atas batuan vulkanik setinggi 220 meter. Benteng ini sudah kenyang makan asam garam pertempuran selama berabad-abad.
​Dari relief misterius di Adamkayalar hingga monumen air di Eflatunpınar, Turki benar-benar gudangnya peradaban.
​Siapa pun yang ingin tahu asal-usul dunia kuno, harus ke sana.
Disusun oleh Hasan Rosyadi dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi di Turkiye