Kisah Tentang Sisa Panas yang Enggan Dibuang

2025-12-12 18:21:57 Energi Masa Depan

Di balik gemuruh turbin dan semburan uap, ada kisah tentang ‘sisa panas’ yang enggan terbuang sia-sia. Begini ceritanya.

Di lereng Gunung Klabat, dekat desa Pangolombian, Sulawesi Utara, pada akhir 2017 sebuah unit percontohan PLTP Binary ORC (Organic Rankine Cycle) menyalakan lampu—tak dengan air suhu ratusan derajat, melainkan hanya air panas sisa di kisaran 90–120 °C. Proyek kolaborasi Jerman–Indonesia ini, digawangi BPPT, PGE, dan GFZ Potsdam, pertama kali dibangun sejak 2015, diuji sejak September 2017, dan resmi diserahkan Januari 2019 ([1], [2]). Kapasitas rancangnya 500 kW, tetapi terbukti konsisten hingga 400 kW bahkan di kondisi off-design.

 

Apa istimewanya Binary ORC?

Begini: setelah uap geothermal konvensional melewati turbin utama, panas sisa brine (air bumi) yang hanya 40–120 °C tak lagi memadai untuk memproduksi uap air murni. Di sinilah cairan sekunder, seperti isopentana (titik didih 27,8 °C), berperan. Cairan ini diuapkan oleh brine, kemudian uapnya memutar turbin kecil, memanen energi yang selama ini dibiarkan terbuang ([1]). Dengan sistem perantara “hot water cycle” dan “cooling water cycle”, pola operasi pun bisa fleksibel dan otomatis—meski harus jago mengatasi kelembapan ekstrem dan gangguan kelistrikan lokal.

Indonesia memang negeri vulkanik berjuta peluang. Di tujuh pulau utama, survei geologi mencatat hampir 7,9 GW sumber daya low-enthalpy (< 190 °C), terutama di Sulawesi (1,7 GW), Jawa Barat (1,1 GW), dan Nusa Tenggara (0,9 GW) ([3]). Belum lagi potensi 23,7 GW tersebar di 368 lokasi—yang baru terpakai 2,68 GW hingga akhir 2024. Pemerintah menargetkan tambahan 5,2 GW dalam sepuluh tahun ke depan ([4]).

Lalu, bagaimana dengan “sumur tua” migas yang sudah depleted? Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, riset menunjukkan repurposing abandoned oil & gas wells bisa memotong biaya pengeboran hampir separuh, karena infrastruktur sudah ada. Sumur dengan bottom-hole temperature 50–150 °C siap dipasangi closed-loop heat exchanger: kerja sama GreenFire Energy dan Wells2Watts membuktikan konsep ini dengan GreenLoop, mengalirkan cairan penghasil panas naik ke permukaan untuk ORC (][5]).

Bayangkan: ribuan sumur migas yang hendak dipensiun, diubah jadi “sumur energi baru”. Panas bumi low-enthalpy tak lagi jadi penonton, melainkan pemeran utama, menyumbang aliran listrik yang bersih, stabil, dan berkelanjutan. Pilot di Lahendong hanyalah permulaan. Dengan inovasi seperti Binary ORC dan closed-loop retrofit, Indonesia bisa menuai panen teranyar: memanen ‘sisa panas’ demi lampu-lampu yang menyala, dan masa depan energi yang cerah.

 

Dari sini penulis Hasan Rosyadi Mengajak kita mengira ulang, bahwa ‘kelemahan suhu rendah’ justru bisa jadi kekuatan, bila dilihat dari sudut pandang yang tepat. Hasil kerjasama IAGEOUPN x IAGI Digital Informasi

Sumber yang perlu dibaca baca 

[1]: https://geothermal-energy-journal.springeropen.com/articles/10.1186/s40517-019-0147-2?utm_source=chatgpt.com "Making use of geothermal brine in Indonesia: binary demonstration power plant Lahendong/Pangolombian | Geothermal Energy | Full Text"

[2]: https://www.thinkgeoenergy.com/pilot-binary-geothermal-plant-in-lahendong-indonesia-officially-handed-over/?utm_source=chatgpt.com "Pilot binary geothermal plant in Lahendong, Indonesia officially handed over | ThinkGeoEnergy - Geothermal News & Insights"

[3]: https://www.researchgate.net/publication/273503704_Geothermal_resources_and_reserves_in_Indonesia_an_updated_revision?utm_source=chatgpt.com "(PDF) Geothermal resources and reserves in Indonesia: an updated revision"

[4]: https://en.antaranews.com/news/351665/govt-aims-to-increase-installed-geothermal-capacity-by-52-gw?utm_source=chatgpt.com "Govt aims to increase installed geothermal capacity by 5.2 GW - ANTARA News"

[5]: https://www.researchgate.net/publication/348502889_Geothermal_energy_extraction_using_abandoned_oil_and_gas_wells_Techno-economic_and_policy_review?utm_source=chatgpt.com "(PDF) Geothermal energy extraction using abandoned oil and gas wells: Techno‐economic and policy review"

 

© 2015 - 2026 IAGEOUPN.OR.ID. All rights reserved.