Merenung diputihnya Salju

2025-12-14 06:12:44 Lain Lain

Jalannya sepi.

Aspalnya basah.

Di kanan kiri, salju menumpuk rapi, seperti sengaja diletakkan Sang Pencipta agar manusia mau berhenti sebentar.

Bukan untuk berfoto. Tapi untuk berpikir.

 

Saya membayangkan Nabi Muhammad ï·º.

Seorang nabi dari Jazirah Arab. 

Tapi doanya menyebut salju.

Aneh? Tentunya bertanya tanya berfikir, 

Tidak juga jika semua sari Allah Yang Maha Besar. 

 

Dalam doa yang sangat masyhur itu, Nabi bersabda:

“Allahumma ighsil khathayaya bil maa’i, wats-tsalji, wal barad.”

Ya Allah, bersihkan dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun es.

 

Mengapa salju?

Padahal Makkah tak mengenal musim dingin seperti ini.

Justru di situ letak kedalamannya.

Salju itu dingin.

Memadamkan panas.

Seperti dosa—panas, membakar, membuat jiwa gelisah.

Nabi tidak sedang bicara cuaca.

Beliau sedang bicara metafora pembersihan jiwa.

 

Dan jangan lupa: Nabi Muhammad ï·º adalah pedagang.

Beliau pernah ke Syam.

Wilayah yang saat musim tertentu mengenal dingin, bahkan salju.

Jadi salju bukan sesuatu yang asing secara pengalaman, sekalipun bukan keseharian.

 

Hari ini, kita melewati jalan bersalju di Eropa.

Lalu doa itu terasa lebih hidup.

Lebih nyata.

Lebih masuk akal.

Kadang iman memang perlu visualisasi.

Agar akal ikut tunduk.

Agar hati ikut bersih.

Takjub akan ciptaan Allah SWT

 

Doa 

اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

“Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku dengan salju, air, dan embun es.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Referensi:

1. Hadis Shahih

Doa ini dibaca Rasulullah ï·º dalam shalat dan munajatnya.

➡️ HR. Bukhari no. 744, Muslim no. 598

2. Al-Qur’an

> “Dan Dia membersihkan kalian dengan air hujan dari langit untuk menyucikan kalian.”

(QS. Al-Anfal: 11)

Air—dalam berbagai bentuknya—adalah simbol penyucian.

Termasuk salju.

3. Tentang Nabi dan Perjalanan

> “Dan Dia tidak berkata menurut hawa nafsunya. Ucapannya hanyalah wahyu yang diwahyukan.”

(QS. An-Najm: 3–4)

 

Renungan penulis:

Doa itu bukan asumsi, bukan karangan tapi ilmu langit. Tetaplah berdoa dan berharap kepada Allah SWT 

Disusun Oleh

Hasan Rosyadi

Publikasi IAGEOUPN X IAGI Media Informasi

© 2015 - 2026 IAGEOUPN.OR.ID. All rights reserved.