Piramida Toba Panggung Dunia di Nusantara

2026-02-16 19:17:06 Berita Geologi
Lagi-lagi Toba. Belum selesai kita dibuat kagum oleh keindahan alamnya, kini muncul lagi kabar yang bikin dahi berkerut.
​Ada piramida di sana.
​Lokasinya di Lembah Bakkara. Orang sana menyebutnya "Bukit A". Atau kampung tua. Tapi mata ahli geologi melihatnya beda. Ini bukan bukit biasa.
​Profesor Danny Hilman Natawijaya—nama yang sudah tidak asing lagi sejak heboh Gunung Padang—turun gunung. Atau lebih tepatnya: naik bukit.
​Temuannya mencengangkan: struktur setinggi 120 meter. Berundak-undak. Punya gerbang batu. Presisi. Dan yang bikin merinding: menghadap lurus ke Danau Toba. Tepat ke arah Pulau Samosir.
​Apakah ini piramida? Atau sekadar tumpukan batu alam yang kebetulan rapi?
​Saya tergelitik membacanya. Terutama ketika diskusi masuk ke ranah "kapan ini dibangun?".
​Ada angka yang beredar: 74.000 tahun lalu. Itu angka keramat bagi geolog. Itu saat Toba meletus dahsyat. Kiamat kecil dunia. Hampir memusnahkan manusia.
​Kalau ada yang bilang piramida itu dibangun 74.000 tahun lalu, logika saya langsung protes. "Tunggu dulu."
​Kenapa?
​Karena piramida itu menghadap Samosir. Dijadikan patokan astronomi.
​Padahal, 74.000 tahun lalu, Samosir itu belum ada. Belum lahir. Saat Toba meletus, yang tersisa cuma lubang kawah raksasa berisi air. Samosir baru mulai "muncul" (terangkat naik dari dasar danau) sekitar 33.000 tahun yang lalu.
​Logikanya sederhana: Panggungnya harus ada dulu, baru aktornya bisa main.
​Samosir adalah panggungnya. Piramida adalah aktornya.
​Jadi, mustahil bangunan itu lebih tua dari 33.000 tahun. Ia pasti dibangun setelah Samosir nongol. Di zaman Pleistosen Akhir. Atau mungkin awal Holosen.
​Apakah masuk akal manusia zaman itu membangun gedung setinggi 30 lantai?
​Dulu, kita pasti bilang: mustahil. Manusia purba taunya cuma berburu babi.
​Tapi itu dulu. Sebelum jurnal-jurnal top dunia sekelas Nature menampar kesombongan kita.
​Lihat Turki. Ada situs Göbekli Tepe. Usianya 11.600 tahun. Pilar batunya raksasa. Berukir. Dibangun orang yang belum kenal sawah.
​Lihat tetangga kita, Sulawesi. Di Maros-Pangkep. Ditemukan lukisan gua. Usianya? 51.200 tahun! Lebih tua dari lukisan gua manapun di Eropa. Nenek moyang orang Sulawesi sudah jadi seniman avant-garde saat orang Eropa masih kedinginan di dalam gua.
​Jadi, kalau di Toba ada bangunan raksasa berusia 15.000 atau 20.000 tahun, itu bukan hal mustahil. Itu "wajar".
​Apalagi saat itu zaman es. Dunia sedang beku. Laut surut. Sumatera, Jawa, Kalimantan masih menyatu jadi benua Sundaland. Lalu es mencair. Banjir besar. Sundaland tenggelam.
​Orang-orang lari ke mana? Ke tempat tinggi.
​Dataran tinggi Toba adalah surga. Tanahnya subur (bekas abu vulkanik). Airnya tawar dan melimpah. Iklimnya sejuk. Di sanalah peradaban "mengungsi". Di sanalah mereka membangun monumen.
​Mungkin untuk berdoa. Memohon agar air tidak naik lagi.
​Yang lebih hebat lagi adalah peta besarnya.
​Ternyata, Indonesia ini bukan sekadar tempat lewat. Bukan sekadar rest area bagi manusia purba yang mau migrasi dari Afrika ke Australia.
​Jurnal-jurnal Q1 itu membuktikan jalurnya jelas:
Keluar Afrika (85.000 tahun lalu) -> Masuk Sumatera (Gua Lida Ajer, 73.000 tahun lalu) -> Singgah di Sulawesi (51.000 tahun lalu) -> Tiba di Australia (65.000 tahun lalu).
​Lihat angkanya. Klop.
​Sulawesi adalah "batu loncatan". Australia adalah "garis finish". Dan Sumatera? Itu gerbang utamanya.
​Piramida Toba di Bakkara itu mungkin adalah salah satu kepingan puzzle yang hilang di tengahnya. Sebuah "Parhalaan Raksasa". Kalender batu untuk membaca bintang. Menentukan musim tanam. Menandai waktu.
​Tingginya 120 meter. Puncaknya menjadi titik nol. Membidik bintang Hala (Scorpius) yang terbit di timur.
​Kalau ini terbukti benar, buku sejarah harus ditulis ulang. Bukan lagi "Nenek moyangku seorang pelaut". Tapi: Nenek moyangku insinyur, astronom, dan seniman kelas dunia.
​Kita tunggu saja hasil galian Prof. Danny selanjutnya. Jangan kaget kalau nanti ditemukan rongga di bawahnya. Wong geolistriknya sudah bilang begitu.
​Indonesia, ternyata, menyimpan misteri yang jauh lebih tua dari yang kita duga.

 

© 2015 - 2026 IAGEOUPN.OR.ID. All rights reserved.