Terus Bergerak IAUPN 2025

2025-12-14 08:06:12 Warta Kampus

Tadi siang, di Musyawarah Nasional Ikatan Alumni UPN “Veteran” Yogyakarta, saya melihat langsung bagaimana sebuah organisasi itu seperti mesin. Harus terus dipanaskan, diperbaiki, lalu digeber lagi.

 

Kalau mesin dibiarkan diam, dia macet. Kalau organisasi berhenti bergerak, dia mati.

(Foto Ketua dan Sekjen IAGEOUPN) 

Tapi di Munas tadi, mesin IA UPNVY justru sedang di-overhaul. Bukan sekadar ganti oli. Tapi ganti pistonnya. Ganti kepala silindernya. Bahkan sopirnya juga diganti.

 

Yang lama, Ketum periode 2022-2025, sudah menyerahkan laporan. Laporan yang tebal. Penuh dengan catatan perjalanan. Ada yang mulus, ada yang berlubang. Tapi itulah laporan. Jujur. Itu yang penting.

Lalu, giliran yang baru masuk. Mas Rudi. Dia naik ke podium. Bukan dengan gaya orang yang baru menang. Tapi dengan gaya orang yang baru dapat tugas berat. Dia tersenyum, tapi matanya serius. Seperti sopir yang baru diberi kunci truk besar. Dia tahu, jalannya panjang. Medannya berat.

 

“Kita harus mulai dari data,” katanya. Saya mengangguk-angguk dalam hati. Betul. Orang Jawa bilang: Ora bab data, ora pati jelas. Tanpa data, kita cuma nebak-nebak.

Lalu Wakil Rektor III ikut angkat bicara. Dia bilang, kampus akan serius membantu pemutakhiran data alumni. “Harus menyeluruh, terintegrasi,” katanya. Saya langsung ingat kata-kata orang IT: garbage in, garbage out. Kalau data masuknya sampah, hasilnya juga sampah. Maka data harus bersih. Harus hidup.

Di sela-sela acara, saya lihat mereka berfoto bersama. Warek 3, ketum lama, ketum baru, panitia, perwakilan 15 kompartemen. Semua tersenyum. Tapi di balik senyum itu, saya tahu: ada beban yang kini beralih pundak.

 

Ini baru awal, batin saya.

Acara selesai? Tidak. Justru baru mulai. Kata Mas Rudi, dalam sebulan ke depan masih ada dua hal besar: Munas ART dan Garis-Garis Besar Haluan Kerja. Artinya, tadi baru ganti mesin. Nanti baru pasang GPS-nya. Tanpa GPS, mesin bagus pun bisa tersesat.

Saya pulang dengan pikiran: organisasi ini seperti hidup kita. Harus berani ganti cara lama jika sudah tidak pas. Harus berani serahkan tongkat estafet jika sudah sampai di batas. Dan yang terpenting: harus terus bergerak.

Seperti kata Simbah dulu, Jangan pernah berhenti. Kalau berhenti, kita bukan lagi pemain. Kita jadi penonton.

Hari ini, IA UPNVY memutuskan untuk menuju yang terbaik. 

 

Maju terus! 💪

---

(Ditulis dengan semangat oleh Hasan Rosyadi) 

Publikasi IAGEOUPN 

© 2015 - 2026 IAGEOUPN.OR.ID. All rights reserved.