Terus Berusaha Berkarya dan Bekerja

2025-12-13 21:46:25 Karir Geologist

Jam terus berjalan.

Jarumnya tak pernah menunggu.

Yang sering tertinggal justru kita—oleh rasa takut.

 

Takut gagal.

Takut miskin.

Takut masa depan tidak seperti yang direncanakan.

 

Padahal, masa depan bukan milik kita.

Ia milik Allah.

 

Saya membaca kalimat ini pelan-pelan:

“Jangan merasa takut akan masa depan, sebab Allah adalah sebaik-baiknya perencana.”

 

Kalimat itu menenangkan.

Bukan karena menjanjikan hidup tanpa masalah.

Kalimat itu menenangkan.

Bukan karena menjanjikan hidup tanpa masalah.

Tapi karena mengingatkan satu hal penting:

kita ini hamba, bukan sutradara.

 

Nabi Muhammad ï·º pernah heran.

Bukan heran pada orang kaya.

Bukan pula pada orang berkuasa.

Tapi pada seorang mukmin.

 

Apa yang mengherankan?

Apa pun yang Allah tetapkan untuknya—

selalu baik.

 

Kalau senang, ia bersyukur.

Kalau susah, ia bersabar.

 

Dua-duanya untung.

Maka jangan terlalu cemas pada masa depan.

Yang penting bukan apa yang terjadi besok,

tetapi siapa yang kita percaya hari ini.

 

📖 Hadis 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ï·º bersabda:

“Aku begitu takjub pada seorang mukmin.

Sesungguhnya Allah tidaklah menakdirkan sesuatu untuk seorang mukmin melainkan pasti itulah yang terbaik untuknya.”

(HR. Ahmad 3:117, dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)

 

Penguat Makna (Al-Qur’an)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.

Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu.

Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah: 216)

 

Kita boleh merencanakan.

Tapi jangan menggugat takdir.

 

Karena saat Allah mengambil satu hal,

sering kali Dia sedang menyiapkan

sesuatu yang jauh lebih tepat.

Tenanglah.

Yang mengatur hidupmu

tidak pernah lalai.

 

Disusun oleh

Hasan Rosyadi

Kerjasama publikasi IAGEOUPN X IAGI Digital Informasi

© 2015 - 2026 IAGEOUPN.OR.ID. All rights reserved.